Sabtu, 26 Januari 2008

DOA SEBAGAI ENERGI DISEMINARKAN DI JAKARTA

Doa sebagai energi, dianalisis oleh Dra Sri Kusdyantinah dari Fakultas Pascasarjana Universitas Nasional dalam seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan Filsafat Indonesia, di Aula Universitas Nasional Rabu kemarin. Seminar yang dibuka oleh Prof Dr Sutan Takdir Alisjahbana ini akan berlangsung sampai hari ini.
Menurut Kusdyantinah, doa sama dengan pikiran, yang pada hakikatnya adalah ENERGI. Untuk mengukur frekuensi energi PIKIRAN, bisa dilakukan dengan alat kedokteran yang disebut "Electro-Encephalograf." Sedang untuk mengukur frekuensi DOA, pernah dicoba dengan pemotretan listrik berfrekuensi tinggi, Metode KIRLIAN", ujar Kusdyantinah yang juga dikenal sebagai penerjemah buku-buku Alvin Toffler dan Khalil Gibran itu.
Kusdyantinah lantas menunjukkan eksperimen yang pernah dilakukan bersama Dr Sutisna Sastrawijaya, kepala Study Centre LAPAN (Lembaga Antariksa Penerbangan dan Aeronautika Nasional).
"Hasil eksperimen membuktikan bahwa setiap "Asmaul Husna" memiliki ciri-ciri spesifik yang khas ketika dicoba dengan pemotretan "Metode Kirlian" ", ujarnya.
Ketika itu, menurut Kusdyantinah, ia bersama beberapa orang disuruh membaca lafal "Yaa Rahmaan Yaa Rahiim" pada sebuah gelas berisi air putih beratus-ratus kali. Kemudian gelas itu dipotret dengan metode Kirlian. "Hasilnya, ternyata suatu rekaman yang memvisualkan warba biru keemasan. Warna itu sama dengan warna biru kemasan yang berhasil direkam dari potret Ibunda theresia, pemenang Nobel dari India", ujar Kusdyantinah menerangkan.
Pemotretan dengan metode Kirlian itu lantas dicobakan lagi dengan mengucapkan lafal "Yaa Hayyu, Yaa Qoyyum" pada sebuah gelas berisi air putih. Hasilnya, ternyata rekaman warna kecoklat-coklatan yang nyaris seperti warna the. "Dan, air dalam gelas itu diminumkan kepada orang yang sakit lumpuh menahun, ternyata orang itu bisa sembuh dalam beberapa hari", kata Kusdyantinah.
Kirlian Efect sebagai hasil dari "high frequency photography", menurut Kusdyantinah , mampu menangkap emanasi cemerlang dari sekitar tubuh manusia. "Karena tubuh manusia akan nampak memancarkan sinar apabila ditempatkan pada sebuah medan arus lstrik yang berfrekuensi tinggi. Dan demikianlah, doa yang diucapkan seseorang pada tahap tertentu akan menampakkan pancaran sinar apabila ditangkap dengan pemotretan metode Kirlian", ujarnya.
Kusdyantinah menjelaskan bahwa pemotretan listrik berfrekuensi tinggi metode Kirlian dan Electro-Enchepalograf adalah alat-alat hasil teknologi yang bisa merekam dan memvisualisasikan sinar-sinar berwarna.

1 komentar:

purelove mengatakan...

Akhirnya, ada penelitian yang membuktikan bahwa doa adalah "senjata".

Ada informasi alamat email/telpon dari Ibu Sri Kusdyantinah ??